Bulan Ramadan mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mendengarkan audio. Data Spotify menunjukkan streaming musik bernuansa religi meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan minggu sebelum Ramadan pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, konsumsi podcast juga naik, terutama pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00.
Pola tersebut dinilai mencerminkan Ramadan sebagai waktu untuk menenangkan diri sekaligus mencari makna. Musik bernuansa religi banyak dipilih untuk menemani momen refleksi, sementara podcast menjadi teman pagi dengan ragam isi, mulai dari panduan spiritual, obrolan ringan, hingga perspektif baru sebelum memulai aktivitas.
Menanggapi perubahan itu, tim editorial Spotify menyesuaikan kurasi konten agar selaras dengan ritme Ramadan. Lead Music Editor Spotify Indonesia, Dimas Ario, mengatakan data membantu melihat pola kebiasaan mendengarkan, tetapi konteks budaya dibutuhkan untuk memahami makna di baliknya. Ia menekankan Ramadan bersifat personal sekaligus kolektif, sehingga kurasi perlu menjangkau berbagai pengalaman pengguna selama bulan suci.
Menurut Dimas, setiap fase Ramadan memiliki nuansa berbeda—mulai dari momen persiapan sahur hingga buka puasa bersama, termasuk perjalanan mudik Lebaran. Karena itu, Spotify menyusun kurasi berdasarkan momen-momen yang mencerminkan perubahan dinamika sosial dan aktivitas sepanjang bulan.
“Selama periode ini, pendengar cenderung memilih musik yang lebih tenang dan reflektif,” kata Dimas. Ia juga menyebut pengaruh sosial dan budaya turut mendorong meningkatnya streaming genre tertentu. Lagu bernuansa nostalgia, misalnya, dinilai lebih relevan karena Ramadan identik dengan kebersamaan.
Di luar sisi spiritual, Ramadan juga menjadi waktu untuk kembali terhubung dengan orang-orang terdekat, termasuk melalui kegiatan buka bersama. Spotify menghadirkan playlist nostalgia seperti Terbaik 2000an dan Ngetren 2010an. Sementara bagi pendengar yang memilih suasana lebih hening, tersedia playlist seperti Sejuknya Ramadan dan Ramadan Kamu 2026. Dimas menyebut fenomena buka bersama mempertemukan orang-orang dari berbagai fase kehidupan, dengan “soundtrack” yang berbeda-beda.
Selain musik, Spotify kembali menghadirkan Ramadan Hub yang mengumpulkan playlist serta video podcast bertema Ramadan dalam satu tempat. Selama bulan ini, minat terhadap podcast bertema religi, spiritual, edukasi, hingga komedi ikut meningkat, terutama pada pagi hari.
Tahun ini, Spotify menampilkan sejumlah episode spesial Ramadan dari kreator Indonesia, antara lain Ramadan Nanya-Nanya bersama Raditya Dika, LOGIN RESTART, serta ESCAPE 2.0 bersama Raymond Chin dan Ust. Felix Siauw. Episode khusus dari kreator lain seperti RJL 5, Gue Punya Cerita, dan Rapot BUAKAKAK juga tersedia melalui Ramadan Hub.
Dimas menyatakan kurasi Ramadan disusun dengan intensi yang kuat agar konten yang ditemukan terasa tepat dengan momennya. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan supaya musik dan podcast dapat menjadi pendamping bagi pengguna selama Ramadan.

